Kamis, 18 Agustus 2016

Dars Lughoh Arobiyah : PELAJARAN KE- 20

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ




Setelah beliau (ibnu aajurruum) menyebutkan tanda tanda isim yaitu :

khofdh, tanwin kemudian masuk padanya AL

Beliau akan memulai menyebutkan huruf huruf jar.... Namun Sebelum kita sebutkan perkataan beliau...  Kita akan menyebutkan apa yang terjadi apabila huruf huruf huruf jar ini mendahului /masuk pada isim...? 

Yang terjadi adalah " setiap isim yg kemasukan /di dahului huruf jar maka isim tersebut harus majrur   (yaitu tanda aslinya dengan kasroh  .. ِ...ٍ..)

Seperti 

المسجدُ sekarang lafadz tersebut adalah marfuu '(tanda aslinya dengan dhommah)... Dan dia adalah isim karena kemasukan AL...., 

namun apabila kemasukan salah satu huruf jar sebagai mana yg akan di sebutkan nanti..... Maka isim tadi langsung langsung majrur (di kasroh)... 

Contohnya :

زيدٌ في المسجدِ...Sekarang Lafadz (المسجدِ) pada contoh tersebut di baca dg majrur (di kasroh)  kenapa..? 

Karena kemasukan salah satu huruf jar yaitu (في).... 

Sehingga gak boleh kita baca :

في المسجدُ dg mendhommah (الدال) atau juga 

gak boleh kita baca في المسجدَ dg memfathah (الدال)... 


Tapi wajib kita baca

في المسجدِ dg mengkasroh (الدال)... Karena lafadz tersebut majrur dengan di dahului oleh salah satu huruf jar .... 


Wallohu a'lam...



Tidak ada komentar: