بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Setelah beliau (ibnu aajurruum) menyebutkan tanda tanda isim yaitu :
khofdh, tanwin kemudian masuk padanya AL
Beliau akan memulai menyebutkan huruf huruf jar.... Namun Sebelum kita sebutkan perkataan beliau... Kita akan menyebutkan apa yang terjadi apabila huruf huruf huruf jar ini
mendahului /masuk pada isim...?
Yang terjadi adalah " setiap isim yg
kemasukan /di dahului huruf jar maka isim tersebut harus majrur (yaitu tanda
aslinya dengan kasroh .. ِ...ٍ..)
Seperti
المسجدُ sekarang lafadz tersebut adalah marfuu '(tanda aslinya dengan dhommah)... Dan dia adalah isim karena kemasukan AL....,
namun apabila
kemasukan salah satu huruf jar sebagai mana yg akan di sebutkan nanti..... Maka
isim tadi langsung langsung majrur (di kasroh)...
Contohnya :
زيدٌ في المسجدِ...Sekarang Lafadz (المسجدِ) pada contoh
tersebut di baca dg majrur (di kasroh) kenapa..?
Karena kemasukan salah satu huruf jar yaitu (في)....
Sehingga gak boleh kita baca :
في المسجدُ
dg mendhommah (الدال) atau juga
gak boleh kita baca في
المسجدَ dg memfathah (الدال)...
Tapi wajib kita baca
في المسجدِ dg mengkasroh (الدال)... Karena lafadz tersebut majrur dengan di
dahului oleh salah satu huruf jar ....
Wallohu a'lam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar