بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pembahasan berikutnya adalah berkaitan masalah tanda fi'il yang kedua yaitu :
(السين)
maknanya adalah التَّنْفِيْسُ (menunjukkan waktu yang akan datang, tapi
dalam waktu dekat)
Dan tanda ini tidak masuk kecuali pada fi'il mudhoori' saja,
tidak masuk pada fiil madhi tidak pula pada fi'il amr....
Contohnya :
سَأَذْهَبُ (aku akan pergi)
maknanya adalah "pergi" tersebut
akan terjadi di waktu yang akan datang dalam jarak dekat dengan waktu
pembicaraan .... Dan SIIN tersebut adalah huruf mabni 'alalfathi (huruf yang
senantiasa di fathah terus) tidak punya kedudukan dalam i'rob.....,
Sehingga
kita ketahui bahwa lafadz (أَذْهَبُ) pada contoh tersebut adalah fi'il mudhoori' dengan tanda
masuknya huruf SIIN padanya...
TANBIIH (peringatan)....
Ketahuilah bahwasanya SIIN yang tidak bisa masuk kecuali pada fi'il mudhoori'..
Adalah SIIN yang memiliki makna TANGFIIS (yaitu
menunjukkan waktu yang akan datang dalam jarak dekat),
adapun kalau
huruf SIIN secara umum dia bisa masuk pada fi'il maadhi,
contohnya :
سَقَطَ ).... Bahkan juga bisa masuk pada fi'il amr,
contohnya :
سِرْ (berjalanlah)....
Wallohu a'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar