بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pembahasan berikutnya adalah mengenai tanda tanda huruf....
Setelah muallif
(ibnu aajurruum) menyebutkan tanda-tanda isim serta tanda- tanda fiil kemudian
beliau memulai menyebutkan tanda huruf dengan ucapan nya :والحرف مالايَصلحُ معه
دليلُ الاسمِ ولا دليلُ الفعلِ (dan huruf itu adalah suatu kata yang
tidak layak bersamanya tanda isim tidak pula tanda fiil)...
Maknanya adalah
:suatu kata tersebut tidak menerima tanda tanda fiil tidak pula tanda tanda
isim, sehingga sebagian ahli nahwu mengatakan bahwa tanda HURUF adalah
'ADAMIYYAH (ٌعَدَمِيَّة) tidak menerima semua tanda.... Tidak tanda isim tidak pula
tanda fiil...
Contohnya :
(مِنْ) tidak boleh kita katakan (المِنْ).... /... (مِنٌ)...
Kenapa....?
Karena (مِنْ)tersebut
adalah huruf tidak menerima TANWIIN tidak pula AL
karena keduanya adalah
termasuk tanda tanda isim....
Atau juga contoh lain :
(على) tidak boleh
kita katakan (قَدْ على) atau (سوف على)....
Kenapa...?
Karena (على) adalah
huruf, sehingga tidak menerima (قَدْ) dan (سوف) yang mana
keduanya tersebut adalah termasuk tanda fiil.....
Sehingga kita ketahui setelah
penjelasan tersebut bahwa tanda HURUF adalah "TIDAK MENERIMA TANDA TANDA
ISIM TIDAK PULA TANDA TANDA FIIL....
wallohu a'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar