بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Tiga perkara yg harus di terapkan
1. Adalah berkaitan masalah cara menulis (alkitaabah)
2. Kemudian cara membaca kalimat yang tidak ada harokat nya alias Arab gundul
3. Yang ketiga adalah masalah berbicara yaitu percakapan dgn bahasa Arab...
Jadi kalau tidak terpenuhi tiga perkara ini....orang tersebut masih di anggap kurang belajar bahasa arabnya alias belum sempurna...
Dan jangan lupa ya ikhwah ketika mempelajari semua pelajaran terutama pelajaran agama yang benar ini, diantaranya adalah ilmu lughoh ini.. Tempuh lah tiga perkara yg di sebutkan dalam hadits
abi huroiroh yang di riwayat kan oleh al-imam muslim - rohimahullohu ta'ala –
(احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز)
"bersemangat lah engkau pada perkara yang bisa memberikan manfaat padamu dan meminta tolonglah kepada Alloh dan jangan engkau putus asa...
Jazaakumullohu khoiron wa buurika fiikum.... Ila huna Ikhwany fillahi....
Ketahuilah bahwa seseorang ketika ingin mempelajari bahasa arab dengan cepat kuncinya hanya satu yaitu tatbiq (praktek /menerapkan)...
Ya tentunya hal tersebut tanpa kita melihat pada pemahaman per orang... Soalnya pemahaman /daya tangkap nya orang beda beda... Sehingga ana gambarkan secara global...
Dan tentunya praktek /tatbiq tadi di terapkan pada tiga permasalahan /pembahasan inti yang harus di terapkan tidak boleh tidak....
Wallohu A'lam
Bismillahirrohmaanirohiim....
Insya Alloh pada kesempatan hari ini kita akan membahas tentang makna ilmu nahwu....
ilmu nahwu itu adalah termasuk bagian ilmu bahasa Arab yang membahas tentang dasar dasar pokok berkaitan masalah hukum akhir sebuah kata (kenapa di baca marfu', kenapa di baca manshub, kenapa di baca majrur, dan kenapa di baca majzum)...
Contoh mudahnya seperti ( جَاءَ زَيْدٌ ) kenapa lafadz ( زيدٌ) dibaca dg marfu' (dhommah) tidak dgn fathah seperti (زيدًا).... Dsm....
Kemudian pembahasan selanjutnya mengenai pengertian dari pada al kalam (ucapan)....
الكلام
secara bahasa (menurut ahli bahasa) adalah
نُطْقٌ مُفْهِمٌ
(sebuah ucapan yg memberikan pemahaman) baik dg bahasa Indonesia, Inggris atau yang semisalnya..
Maka itu semuanya adalah kalam menurut ahli bahasa (lughoh) selama bisa di pahami sama mukhotob (yang di ajak bicara)....
Jadi contoh ucapan you (kamu) atau dengan bahasa lain maka itu adalah kalam menurut ahli bahasa.... Intinya di ucapkan dan bisa di pahami dan memahamkan sesama mereka...
Maka itu adalah kalam...
Adapun kalau cuma sekedar tulisan /isyarat.... Maka itu bukan kalam tidak secara bahasa tidak pula secara istilah menurut pendapat yang benar...walaupun tulisan /isyarat tersebut bisa di pahami... Kenapa.... Karena tidak di ucapkan, contohnya seperti orang menulis tulisan( اِجْلِسْ ) maknanya adalah duduklah (perintah untuk duduk) dan orang paham tentang perintah tersebut namun sayang dia bukan kalam menurut bahasa tidak pula secara istilah.....
Karena tidak di ucapkan....
Atau contoh lain... Orang mengisyaratkan dengan tangan telunjuk nya kepada orang lain untuk duduk.... Maka orang paham dengan isyarat tersebut namun hal tersebut juga bukan kalam menurut bahasa tidak pula menurut istilah nahwiyyin... Karena tidak di ucapkan.. Wallohu a'lam....
Tapi bagaimana kita mengatakan untuk tulisan /isyarat yg memberikan pemahaman... Kita katakan itu adalah tulisan /isyarat yang di dalamnya mengandung makna kalam... Wallohu a'lam....
Makna kalam secara bahasa adalah( نُطْقٌ مُفْهِمٌ )tadi adalah pengertian yg di sebutkan oleh ibnu faaris di dalam kitabnya (معجم مقاييس اللغة.... )
Wallohu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar