بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Adapun pembahasan berikutnya adalah mengenai syarat dari pada huruf huruf
mudhooro'ah(hamzah أ , nuun ن, yaa ي, taa ت) menjadi tanda untuk di pastikan bahwa fi'il tersebut adalah
fiil mudhoori'...
Maka huruf huruf tersebut di syaratkan dg dua syarat :
1. Syarat Pertama :
hendaknya huruf tersebut adalah tambahan bukan huruf
asli kata, seperti :
أَذْهبُ (aku sedang /akan pergi)
aslinya adalah
َذَهَب (tiga huruf)
maka
kemudian ketika di tambah dgn أ hamzah, menjadilah أَذْهبُ.... Sehingga (أذهب) adalah fiil mudhoori karena di dahului
oleh huruf hamzah tambahan bukan hamzah asli..
2. Syarat Kedua:
Hendaknya huruf huruf tambahan (mudhooro'ah) tersebut menunjukkan
atas suatu makna, bukan sekedar huruf tambahan yg tidak menunjukkan
makna, seperti :
أَذْهبُ
maka hamzah pada lafadz
أذهبُ
menunjukan atas
makna "MUTAKALLIM" yaitu (orang yg berbicara /aku ) jadi maknanya
"aku sedang /akan pergi"......
kemudian
نَذْهب
maka nuun disitu menunjukkan atas makna "MUTAKALLIMIIN" yaitu (orang yg berbicara tapi banyak /kami /kita).....
Jadi maknanya" (kami /kita sedang atau akan pergi..).....
Kemudian
تَذْهبُ
maka taa disitu termasuk maknanya adalah menunjukkan makna
"MUKHOOTOB" yaitu (orang yang di ajak bicara /kamu) jadi maknanya
(kamu sedang /akan pergi).......
Kemudian
يَذْهَبُ
maka yaa di situ menunjukkan makna "GHOOIB" yaitu
(orang yg di bicarakan /dia lk) jadi maknanya (dia lk sedang /akan
pergi.).......
Inilah 2 syarat untuk huruf huruf mudhooro'ah menjadi tanda fiil mudhoori...
Sehingga apabila tidak terpenuhi dua syarat ini maka tidak bisa di katakan
fi'il tersebut fi'il mudhoori....
Sebagaimana akan datang penjelasannya insya Alloh ta'ala... Wallohu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar