Rabu, 17 Agustus 2016

Dars Lughoh Arobiyah : PELAJARAN KE- 10

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ



Adapun pembahasan berikutnya adalah mengenai syarat dari pada huruf huruf mudhooro'ah(hamzah أ , nuun ن, yaa ي, taa ت) menjadi tanda untuk di pastikan bahwa fi'il tersebut adalah fiil mudhoori'... 



Maka huruf huruf tersebut di syaratkan dg dua syarat :


1. Syarat Pertama : 

hendaknya huruf tersebut adalah tambahan bukan huruf asli kata, seperti :

أَذْهبُ (aku sedang /akan pergi) 

aslinya adalah

َذَهَب (tiga huruf) 

maka kemudian ketika di tambah dgn أ hamzah, menjadilah أَذْهبُ.... Sehingga (أذهب) adalah fiil mudhoori karena di dahului oleh huruf hamzah tambahan bukan hamzah asli.. 


2. Syarat Kedua: 

Hendaknya huruf huruf tambahan (mudhooro'ah) tersebut menunjukkan atas suatu makna, bukan sekedar huruf tambahan yg tidak menunjukkan makna, seperti :

أَذْهبُ 

maka hamzah pada lafadz 

أذهبُ 

menunjukan atas makna "MUTAKALLIM" yaitu (orang yg berbicara /aku ) jadi maknanya 

"aku sedang /akan pergi"......

kemudian

نَذْهب 

maka nuun disitu menunjukkan atas makna "MUTAKALLIMIIN" yaitu (orang yg berbicara tapi banyak /kami /kita).....

Jadi maknanya" (kami /kita sedang atau akan pergi..)..... 

Kemudian 

تَذْهبُ 

maka taa disitu termasuk maknanya adalah menunjukkan makna "MUKHOOTOB" yaitu (orang yang di ajak bicara /kamu) jadi maknanya (kamu sedang /akan pergi).......

Kemudian 

يَذْهَبُ 

maka yaa di situ menunjukkan makna "GHOOIB" yaitu (orang yg di bicarakan /dia lk) jadi maknanya (dia lk sedang /akan pergi.).......


Inilah 2 syarat untuk huruf huruf mudhooro'ah menjadi tanda fiil mudhoori... 



Sehingga apabila tidak terpenuhi dua syarat ini maka tidak bisa di katakan fi'il tersebut fi'il mudhoori.... 



Sebagaimana akan datang penjelasannya insya Alloh ta'ala... Wallohu a'lam

Tidak ada komentar: