Rabu, 17 Agustus 2016

Dars Lughoh Arobiyah : PELAJARAN KE- 11

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ




Pembahasan berikutnya adalah.

Sambungan dari yg sebelumnya.. Yaitu apa bila huruf huruf mudhooro'ah (hamzah, nuun, yaa, taa) tersebut tidak terpenuhi dua syarat yg telah kita sebutkan maka tidak bisa kita katakan bahwa fi'il yg diawali dg huruf huruf tersebut adalah fiil mudhoori'.

Seperti halnya kalau ada fiil yg di dahului salah satu huruf huruf tersebut, tapi huruf nya asli dari sebuah kata tersebut bukan zaaidah/tambahan, 

contohnya :

أَكَلَ

Maka fi'il tersebut walaupun di dahului oleh salah satu huruf huruf mudhooro'ah tapi tidak kita katakan fi'il tersebut adalah fiil mudhoori... 

Kenapa..? 

Karena hamzah yg ada pada أكل bukan hamzah tambahan tapi hamzah asliyyah (asli). Karena paling sedikit nya fi'il terdiri dari tiga huruf. Sehingga kita katakan fiil tersebut adalah fiil maadhi (menunjukkan waktu yg telah lampau) .

Fiil mudhoori karena tidak terpenuhi syarat yg pertama yaitu (huruf tersebut harus tambahan bukan asli).... 

Sekarang kalau tidak terpenuhi syarat yg kedua yaitu apabila huruf tersebut tidak menunjukkan atas makna... 

Tetap tidak bisa kita katakan fiil tersebut adalah fiil mudhoori walaupun huruf yg mendahului fiil tersebut adalah huruf tambahan.. Kenapa..? 

Karena tidak terpenuhi syarat yg kedua yaitu harus menunjukkan atas makna..... 

Contohnya :

أَكْرَمَ 

sekarang fi'il tersebut aslinya adalah tsulaasy (terdiri dari tiga huruf) yaitu 

كَرُمَ 

kemudian di tambah /di dahului huruf tambahan yaitu hamzah, maka menjadilah

أَكْرَمَ.

Namun sayangnya "hamzah" tersebut tidak menunjukan makna yaitu (mutakallim/aku ). Sehingga tidak bisa kita katakan fiil tersebut adalah fiil mudhoori'. Walaupun hamzah yg mendahului fiil tersebut adalah tambahan. Kenapa.? 

Karena tidak menunjukkan atas makna..... 

Namun kita katakan fi'il tersebut yaitu 

أَكْرَمَ

adalah fiil maadhi rubaa'i (terdiri dari 4 huruf) /atau (tsulaasy maziid).

Wallohu a'lam...

Tidak ada komentar: