Selasa, 22 November 2016

PELAJARAN KE- 40

                                                 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ



Adapun perubahan secara TAQDIIRIY : adalah perubahan yang tidak tampak/tidak kelihatan harokatnya tidak pula terlafadzkan, di sebabkan karena  salah satu di antara tiga penghalang berikut ini :

1.التَّعَذُّرُ.
(tidak bisa di tampakkan harokatnya selama lamanya).

2.الثِّقَلُ.
(berat untuk mengucapkannya).

3.المُنَاسَبَةُ.
(menyesuaikan harokat yang pas /cocok).


Adapun penghalang yang pertama yaitu: 

"ATTA'ADZUR " terjadi pada isim MAQSHUUR yang pengertian adalah : 

setiap isim mu'roob yang di akhiri dengan alif maqshuuroh (alif bengkok) dan di fathah sebelumnya, 

contohnya : 

الفَتَى(seorang pemuda) الهُدَى (petunjuk), 

maka isim tersebut apabila kemasukkan amil amil tidak tampak perubahan harokatnya ..kenapa..? Karena TA'ADZUR (tidak bisa di tampakkan harokatnya selama lamanya), 

contohnya :

جاء الفَتَى - رأيتُ الفَتَى - ذهبتُ إلى الفَتَى sekarang kalau kita perhatikan lafadz الفتى pada contoh tersebut tidak tampak perubahan harokatnya di atas alif ... pada hal di masuki amil yang berbeda-beda, 

kita katakan :harokatnya tetap berubah cuma muqoddaroh (tidak  di tampakkan) dan memang alif maqshuuroh di situ tidak menerima harokat, sehingga kita katakan pada contoh:

 yang pertama (جاء الفتى).. Alfataa adalah faail (subjek) marfuu' tandanya dengan dhommah muqoddaroh di atas alif ... 

Yang kedua (رأيتُ الفتى) Alfataa adalah maf'uul bih (objek) manshuub tandanya dengan fathah muqoddaroh di atas alif.... 

Yang ketiga (ذهبتُ إلى الفتى) Alfataa adalah isim majruur dengan huruf jar (إلى) tandanya adalah kasroh muqoddaroh di atas alif.... 

Jadi kesimpulannya setiap isim maqshuur di i'rob dengan harokat muqoddaroh di atas alif pada tiga keadaan, MARFUU' dengan dhommah muqoddaroh MANSHUUB dengan fathah muqoddaroh MAJRUUR dengan kasroh muqoddaroh..... 

Wallohu a'lam.

Tidak ada komentar: